Tampilkan postingan dengan label Istilah Seputaria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istilah Seputaria. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 April 2017

0 Melacak Garis Lurus Orientasi Gerakan Sosial Baru


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Melacak Garis Lurus Orientasi Gerakan Sosial Baru

Sosialisme hadir untuk membela kepentingan masyarakat, khususnya bagi mereka para kaum tertindas di dalam masyarakat. Berbicara di Indonesia saja, saya akan membacanya garis lurus, apabila ia benar-benar cita-cita sosialisme yang ada sejak awal era pergerakan menuju kemerdekaan.
Menurut pengurus Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (PRD); Pimred Berdikari Online, Rudi Hartono, dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, diskursus sosialisme sangat dominan. Hampir semua spektrum politik pergerakan nasional, yakni nasionalis, agamais, dan marxis, mengakui cita-cita sosialisme dengan berbagai variannya. Artinya, sebenarnya cita-cita sosialisme kemudian adalah cita-cita yang diidam-idamkan dan diharapkan sangat kehadirannya oleh semua kalangan, yang bahkan dalam ranah spektrum politik pergerakan nasional mengakui cita-cita sosialisme sebagai kesepahaman, kesepakatan, dan diskursus bersama.

Minggu, 15 Maret 2015

0 Mencontek itu Sampah!


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Mencontek itu Sampah!

Dalam kamus mengerjakan soal, memang dinyatakan kalau soal-soal mudah itu dikerjakan terlebih dahulu kebanding soal yang susah. Memang sudah dari sananya, dan kebanyakan orang yang melakukan hal tersebut saat mengerjakan soal. Namun demikian, kesulitan tetap menjadi kendala utama dalam mengerjakan soal yang di dalamnya itu ada sedikit banyak kesulitan, bahkan mengerjakan soal itu sendiri secara keseluruhan. Bayangkan kesulitan dalam soal dan kesulitan soal itu sendiri.
Kira-kira mana yang lebih mudah dikerjakan diantara keduanya? Semua jelas akan memilih mengerjakan kesulitan dalam soal itu saja, kebanding kesulitan soal itu sendiri. Mengapa demikian karena kesulitan dalam soal itu, artinya tidak semua point dalam soal tersebut sulit dikerjakan. Sedangkan kesulitan soal itu sendiri, artinya adalah soal tersebut susah dikerjakan dengan kapasitas keseluruhan pada tiap point tersebut, jadi semua point dalam soal tersebut susah dikerjakan.
 Kesulitan juga tidak hanya melanda saat mengerjakan soal saja, tetapi juga melanda masalah, polemik, persoalan lain. Ada yang susah menjalani hidup, ada yang susah bekerja keras dan bermalas-malasan, ada yang susah melawan kebodohan, dan jenis-jenis kesusahan-kesusahan lainnya. Ini seperti bunga tidur yang terus menghiasi tidur kita, seakan kesusahan sudah menjadi perekat hidup, dan tanpanya kita tidak akan bisa menjangkau keberhasilan, menjangkau stabilitas, dan menjangkau kepuasan tersendiri.
Alih-alih kita ingat kesulitan mengerjakan soal, sekarang ini adik-kakak kita yang duduk di bangku akhir, ada yang kelas 6 SD, kelas 3 SMP, dan kelas 3 SMA, segera akan menghadapi ujian nasional untuk naik ke jenjang berikutnya. Ujian nasional adalah kesulitan bagi mereka, dan mereka dengan jalannya masing-masing akan berusaha melewati kesulitan tersebut. Pesan saya yang pertama untuk adik-kakak saya sekalian (yang segera akan mengikuti ujian nasional) yang penting jangan sampai nyontek, karena mencontek bukanlah kosa kata dalam pendidikan, melainkan kosa kata dalam pembodohan. Tahukah anda bahwa pembodohan itu juga sebuah kesulitan, nyontek juga merupakan sebuah kesulitan. Jadi sudah bisa dicerna bukan, kesulitan itu seperti apa.

Minggu, 14 Juli 2013

0 Benarkah Menulis Kebutuhan Manusia?


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Benarkah Menulis Kebutuhan Manusia?

“Menulis adalah kebutuhan bagi manusia” Pernyataan ini membuat kita berpikir beberapa kali, tentunya untuk sebagian kalangan biasa, yang juga sering kita sebut sebagai awwamun. Padahal menulis merupakan penumpahan ide dan gagasan, baik berupa curahan hati, karangan, atau sebuah kumpulan catatan mendasar. Sehingga perlu digaris bawahi, dari ketiga garis besar ini, artian dari menulis itu sendiri sudah mewakili keadaan kita di mata orang lain. Ada banyak penelitian yang membahas secara runtut tentang implementasi menulis sebagai nilai karakter seseorang. Penilaian karakteristik seseorang memang bukanlah titik kejelasan dari semua elemen yang membangun manusia secara umum, akan tetapi dari karakteristik inilah kita dapat mengetahui setidaknya menebak tingkah laku dan perbuatan seorang manusia dari masa lalunya sampai yang akan datang.
  Jika seorang tetap menulis dengan keterbatasan yang dimilikinya, itu berarti dia mempunyai banyak kekurangan yang tidak ingin diungkapkannya lewat pembicaraan dengan orang lain. Ia adalah orang yang tertutup yang memiliki segudang rahasia yang membuatnya amat banyak menulis, karena menulis adalah suatu kebutuhan baginya. Tanpa disadari olehnya, menulis itu menjadi senjata pamungkas baginya, dan sebenarnya tidak saja menutupi kekurangan yang ada dalam dirinya, akan tetapi juga memperlihatkan kemampuannya dalam bidang tulis-menulis. Orang yang sedemikian sering menulis, ia akan terasah kemampuan baik kosa katanya, susunan narasinya, dan deskripsinya, walaupun ia tak menyadari ia sendiri yang membuatnya dan itulah kemampuannya yang dapat menutupi kekurangannya. Menakjubkan bukan dunia tulis-menulis itu.
  Seseorang yang sering menulis juga mau tidak mau harus memiliki pengetahuan dan syarat akan tanggung jawabnya sebagai seorang penulis. Tulisannya akan dibaca oleh khalayak ramai, akan dibedah serta dikaji oleh banyak orang, dan akan dijadikan landasan atau rujukan materi yang ada kaitannya dengan tulisan yang ingin dibuat. Membicarakan tulis-menulis seperti membicarakan masakan lezat yang membuat selera makan bergairah, sehingga orang tertarik untuk memakannya sampai habis. Sama halnya dalam tulis-menulis, orang secara tidak langsung dibuat tersihir dengan rangkaian kata yang membangun tulisa tersebut. Tentu saja dalam masakan lezat memiliki bumbu-bumbu masak penyedap rasa yang membuat lezat dan enak untuk dikonsumsi. Begitu pula tulis-menulis, dalam hal ini juga me    miliki bumbu-bumbu dasar dalam membuatnya, dan masing-masing penulis memiliki bumbu-bumbu dasar tersebut untuk menarik minat baca khalayak ramai.
  Tidak ada alasan untuk tidak menulis. Karena menulis merupakan satu kegiatan berpikir ala dualisme, yakni antara membaca dan menulis itu sendiri. Jika seorang tidak menulis, maka ia punya kelemahan dalam sisi tulisannya. Orang yang mempunyai kelemahan dalam tulisan, bisa dibilang tidak mampu menuangkan apa yang sudah dibacanya, ia hanya mampu mengungkapkannya lewat lisan/pembicaraan terhadap orang lain. Padahal dalam bangku kuliah, ia nantinya akan dihadapkan dengan tugas makalah, pembuatan paper, naskah penelitian, skripsi, tesis, desertasi dan lain sebagainya. Semua itu memerlukan kebiasaan mendasar dalam tulis-menulis. Bahkan setelah bisa dan terbiasa menulis dengan kemampuan dasar pun, kita masih harus banyak mempelajari pola-pola penulisan lain di luar konteks dasar. Namun tetaplah perlu diketahui bahwa dunia tulis-menulis itu tidaklah rumit, menulis sebenarnya mudah dan tinggal melakukannya saja secara praktis. 

Kamis, 20 Juni 2013

0 Menulis; Kebutuhan Orang Sukses dan Orang Ingin Sukses


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Menulis; Kebutuhan Orang Sukses dan Orang Ingin Sukses

Menulis adalah kebutuhan orang sukses. Ini adalah kenyataan, yang tidak boleh dihilangkan sama sekali keberadaannya. Para orang sukses, banyak yang kegemarannya adalah menulis. Di saat waktu senggang, mereka menyempatkan diri untuk menulis, berupa apa saja dengan menumpahkan segala keluhan, ide gagasan, catatan penting, dan hal lain dalam bentuk tulisan. Hal ini tentulah bermanfaat bagi dirinya dan orang yang membacanya (kecuali diari pribadi), sehingga banyak sekali orang sukses yang menuangkan  ide, tips, pengalaman, solusi, tata cara, pola kehidupannya lewat tulisan menjadi buku yang bermanfaat, dengan maksud berbagi ilmu kepada orang banyak, agar orang termotivasi, agar orang lebih mudah dalam menghadapi situasi dan kondisi kesulitan, agar orang mempunyai solusi untuk keluar dari problem dan dilema. Ya, intinya keluar dari segala permasalahan.
Semua orang bahkan tau kalau menulis adalah kebutuhannya. Namun diantaranya ada yang justru memalingkannya, padahal ia tau kalau menulis adalah sebuah kebutuhan mendasar, selain makan, minum, tidur, mandi dan lain sebagainya. Anda masih belum percaya dengan saya? Mari kita perhitungankan. Nilai karakteristik seorang dapat dilihat dari apa yang ditulisnya. Mario Teguh misalnya, dia adalah seorang spesialis motivator, maka lihat tulisannya. Dia adalah penulis yang mengutamakan seni menyemangati orang lain, dan punya karakteristik yang bernilai spirit atau penyemangat. Tere Liye, dia adalah seorang novelis sosialis, ia banyak mengangkat tema tentang seputar keberadaan manusia saat ini alias kontemporer, namun juga dikaitkan dengan masa lalu. Maka, ia punya karakteristik yang bernilai sosial umum. Andrea Hirata, ia adalah seorang novelis ternama yang terbiasa mengangkat tema hubungan sains dan irasional (mustahil). Kita bisa melihat isi dan karakteristik tulisannya, maka ia adalah seorang penulis yang berkarakteristik tentang realistis-irasional. Itu semua tidak lepas dari pengalaman yang mereka alami, serta kemampuannya.

Senin, 11 Februari 2013

0 Keutamaan Shof Apa Sop?


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!



Keutamaan Shof Apa Sop?




Demikian penulis memberi judul. Istilah shof, sudah menjadi mafhum, yang sering dibicarakan dan diingatkan, saat akan menunaikan shalat. Setiap shalat akan dimulai, sang imam pasti akan mengingatkan ”Luruskan shof, rapatkan… isi shof yang kosong.” Begitulah kiranya  imam mengingatkan.


 Islam menyatakan, keutamaan mengisi shof dalam shalat itu, sangat penting. Mengingat shof adalah simbol kekuatan umat islam. Dalam wacana umum, shof merupakan simbol antara satu sama lain. Kita dapat mengambil nilai-nilai persatuan darinya. Oleh karena itu, perlu sekali yang namanya pembentukan shof itu. Tanpa adanya pembentukan shof, otomatis umat islam akan lemah, Tak menutup kemungkinan, umat lain juga akan lemah, dan mengarah kepada kehancuran. Di sinilah kita mengambil nilai-nilai persatuan itu, bagaimana umat islam bersatu dalam suatu kesatuan.
Kedua, keutamaan shof adalah kebersamaan. Shof kembali menjadi simbol yang substansi bagi kekuatan dan pertahanan umat islam. Dalam peperangan, umat islam menuai kemenangan gemilang, di karenakan terbentuknya shof-shof yang kuat. Shof-shof yang kuat, berlatar belakang dari kesinambungan antar shof, antar individu yang teratur. Indikasinya adalah “The Real of Rows”, yang di dalamnya pasukan elit islam yang nyata. Begitu pun, umat yang lain.
Shof dalam pengertian bahasa Indonesia adalah barisan. Dalam kaca umum, shof (barisan) bukan hanya dipakai dan kita sering dengar saat shalat saja, tetapi juga ketika latihan kepramukaan, pada upacara bendera, dan lain sebagainya. Hanya yang berbeda, penggunaan bahasanya. Dalam kamus awwam, shof bukanlah bahasa yang diminati. Sebaliknya barisan adalah istilah yang tidak baku dalam kajian keislaman. Jadi sama saja.